Bismillāhirrahmānirrahīm
KHAZANAH AL-QURAN
Bab
13
NUBUATAN KEJAYAAN
DAN KEHANCURAN YA’JUJ (GOG) DAN MA’JUJ (MAGOG) DALAM
BIBLE DAN AL-QURAN & PENGGENAPAN NUBUATAN
DALAM DUA HADITS QUDSI BERUPA DOA NABI ISA IBNU MARYAM A.S. DAN DOA NABI BESAR MUHAMMAD SAW. BERKENAAN KAUMNYA MASING-MASING
Oleh
Ki
Langlang Buana Kusuma
|
D
|
alam
bagian akhir bab sebelumnya telah
dikemukakan topic: Para Pemeluk Tauhid Ilahi berkenaan para pengikut Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. di
masa awal. Lebih lanjut Allah Swt.
menerangkan mengenai keadaan orang-orang
Kristen di masa awal yang tetap teguh pada Tauhid Ilahi yang diajarkan Nabi
Isa Ibnu Maryam a.s. tersebut (QS.5:117-119), firman-Nya:
نَحۡنُ نَقُصُّ
عَلَیۡکَ نَبَاَہُمۡ بِالۡحَقِّ ؕ اِنَّہُمۡ فِتۡیَۃٌ اٰمَنُوۡا
بِرَبِّہِمۡ وَ زِدۡنٰہُمۡ ہُدًی ﴿٭ۖ﴾ وَّ رَبَطۡنَا عَلٰی
قُلُوۡبِہِمۡ اِذۡ قَامُوۡا
فَقَالُوۡا رَبُّنَا رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ لَنۡ
نَّدۡعُوَا۠ مِنۡ دُوۡنِہٖۤ اِلٰـہًا لَّقَدۡ قُلۡنَاۤ اِذًا
شَطَطًا ﴿﴾ ہٰۤؤُلَآءِ قَوۡمُنَا اتَّخَذُوۡا
مِنۡ دُوۡنِہٖۤ اٰلِہَۃً ؕ لَوۡ لَا یَاۡتُوۡنَ عَلَیۡہِمۡ
بِسُلۡطٰنٍۭ بَیِّنٍ ؕ فَمَنۡ اَظۡلَمُ مِمَّنِ افۡتَرٰی
عَلَی اللّٰہِ کَذِبًا ﴿ؕ﴾ وَ اِذِ
اعۡتَزَلۡتُمُوۡہُمۡ وَمَا یَعۡبُدُوۡنَ اِلَّا اللّٰہَ فَاۡ وٗۤا اِلَی الۡکَہۡفِ
یَنۡشُرۡ لَکُمۡ رَبُّکُمۡ مِّنۡ رَّحۡمَتِہٖ وَیُہَیِّیٔۡ لَکُمۡ
مِّنۡ اَمۡرِکُمۡ مِّرۡفَقًا ﴿﴾
Kami menceriterakan kepada engkau kisah mereka dengan benar, sesungguhnya mereka itu para
pemuda yang beriman kepada
Tuhan-nya, dan Kami menambah kepada mereka petunjuk.
Dan Kami menguatkan hati mereka
ketika mereka berdiri teguh dan berkata: "Rabb (Tuhan) kami adalah Rabb (Tuhan) seluruh langit dan bumi,
kami tidak pernah menyeru tuhan selain Dia, karena jika demikian sungguh kami benar-benar telah
berkata jauh dari kebenaran. Mereka itu kaum kami yang telah mengambil
tuhan-tuhan lain selain Dia. Mengapa
mereka tidak mengemukakan suatu dalil
yang terang mengenai mereka itu? Maka siapakah
yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah? Dan ketika
kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah lalu carilah perlindungan dalam gua itu maka Rabb
(Tuhan) kamu akan melapangkan bagi kamu
rahmat-Nya dan akan menyediakan untuk kamu sarana kemudahan bagi urusanmu." (Al-Kahf
[17]:14-17).
Ayat
ini menunjukkan, bahwa di masa Nabi Besar Muhammad saw. banyak kisah
khayalan telah tersiar mengenai “Ashhābul-
Kahf” (penghuni-penghuni gua) Tetapi hakikat yang sebenarnya mengenai
mereka ialah bahwa mereka itu para pemuda penganut Tauhid Ilahi yang memiliki akhlak mulia, yang telah mempertaruhkan segala-galanya
semata-mata untuk Tuhan mereka
(Allah Swt.), dan juga bahwa keimanan mereka berangsur-angsur menjadi
lebih kuat berkat penindasan
dan aniaya yang mereka alami dari kaum mereka yang menentang mereka.
Sekalipun kaum
mereka memusuhi mereka dan menindas mereka tanpa mengenal ampun, namun "penghuni-penghuni gua" itu tidak dapat ditundukkan oleh ancaman
untuk memaksa mereka meninggalkan agama mereka. Allah Swt. telah menguatkan
hati mereka dan telah menganugerahkan kepada mereka kekuatan iman.
"Penghuni-penghuni
gua" itu tadinya berasal dari satu kaum penyembah berhala.
Dan memang demikianlah keadaan bangsa Romawi itu. Ayat:
وَ اِذِ اعۡتَزَلۡتُمُوۡہُمۡ وَمَا یَعۡبُدُوۡنَ اِلَّا اللّٰہَ فَاۡ وٗۤا اِلَی الۡکَہۡفِ یَنۡشُرۡ لَکُمۡ رَبُّکُمۡ مِّنۡ رَّحۡمَتِہٖ وَیُہَیِّیٔۡ لَکُمۡ مِّنۡ
اَمۡرِکُمۡ مِّرۡفَقًا ﴿﴾ -- “Dan
ketika kamu meninggalkan mereka
dan apa
yang mereka sembah selain Allah
lalu carilah perlindungan dalam gua itu
maka Rabb (Tuhan) kamu akan
melapangkan bagimu rahmat-Nya dan akan menyediakan untuk kamu sarana
kemudahan bagi urusanmu" membuat
hal itu menjadi jelas bahwa para pemuda
yang berpegang pada tauhid tersebut bukanlah perorangan-perorangan
yang terpencar melainkan merupakan bagian dari satu masyarakat agama yang tersusun
dan teratur, yang anggota-anggotanya seringkali mengadakan
pertemuan-pertemuan secara sembunyi-sembunyi.
Ayat ini menunjukkan bahwa manakala para pemuda itu berembuk untuk mencari perlindungan dalam gua,
dalam pikiran mereka terlintas gua
tertentu. Nampaknya gua itu
sebelumnya telah dipergunakan sebagai tempat pengungsian oleh budak-sahaya
Romawi ketika mereka melarikan diri dari majikan-majikan mereka yang zalim.
Mengalami Boikot Sosial
yang Keras Dari Kaum Mereka
Kata-kata “Dan ketika kamu meninggalkan mereka” menunjukkan bahwa sebelumnya pun mereka itu
menjadi mangsa suatu boikot sosial
yang keras dan telah tinggal terpisah dari kaum mereka dalam kelompok yang terdiri dari orang-orang yang sepaham atau seiman. Selanjutnya Allah Swt. berfirman
mengeni posisi gua tersebut:
وَ تَرَی
الشَّمۡسَ اِذَا
طَلَعَتۡ تَّزٰوَرُ عَنۡ
کَہۡفِہِمۡ ذَاتَ الۡیَمِیۡنِ
وَ اِذَا غَرَبَتۡ
تَّقۡرِضُہُمۡ ذَاتَ الشِّمَالِ وَ ہُمۡ فِیۡ
فَجۡوَۃٍ مِّنۡہُ ؕ ذٰلِکَ مِنۡ اٰیٰتِ اللّٰہِ ؕ مَنۡ یَّہۡدِ
اللّٰہُ فَہُوَ الۡمُہۡتَدِ ۚ وَ مَنۡ یُّضۡلِلۡ فَلَنۡ تَجِدَ لَہٗ وَلِیًّا
مُّرۡشِدًا ﴿٪﴾
Dan engkau melihat matahari bila ia terbit menjauh lewat dari gua mereka
ke sebelah kanan, sedangkan apabila
ia terbenam meninggalkan mereka di sebelah kiri, dan mereka
ada dalam rongga yang luas di
gua itu. Yang demikian itu dari Tanda-tanda
Allah. Barangsiapa
diberi petunjuk oleh Allah maka dia
mendapat petunjuk, dan barangsiapa
Dia sesatkan maka engkau tidak akan pernah me-nemukan baginya penolong
yang memberi petunjuk. (Al-Kahf
[17]:18).
Nampaknya
gua itu letaknya demikian rupa
sehingga menghadap ke barat-laut,
sebab matahari melewati suatu tempat
yang menghadap ke utara dari kanan ke kiri. Nampaknya gua itu meliputi daerah yang
luas, seperti nampak dari kata-kata "rongga yang luas."
Katakomba-katakomba
di Roma yang masih ada sampai hari ini mendukung pendapat ini. Katakomba-katakomba itu meliputi daerah
yang luas, yang menurut pada umumnya diperkirakan adalah sejauh kira-kira 870
mil (Encyclopaedia). Nampak
pula bahwa di katakomba-katakomba itu
sedikit sekali cahaya yang dapat
masuk, karena pembuatannya adalah
untuk bersembunyi dari musuh.
Gua itu telah dibuat sedemikian rupa
sehingga dapat dipergunakan sebagai tempat bersembunyi. Santa Yerom yang mengunjungi katakomba-katakomba
itu pada abad keempat menyatakan: "Seluruh
gua itu begitu gelap sehingga nampaknya ucapan nabi (Mazmur 55:16) telah terpenuhi yaitu “baiklah
dengan hidupnya mereka itu turun ke dalam neraka. Hanya sewaktu-waktu cahaya
dapat masuk ke dalam untuk mengurangi kengerian kegelapan, dan itu pun bukan
melalui sebuah jendela, melainkan melalui sebuah lubang." (Encyclopaedia Britannica, Edisi ke-11).
“Generasi Penerus” yang Keluar dari “Gua” & Merajalelanya Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog)
Firman Allah Swt. selanjutnya
menceritakan generasi penerus dari
para “penghuni gua” -- yakni bangsa-bangsa
Kristen pada zaman bangkitnya kejayaan umat Islam yang pertama,
mulai dari zaman Nabi Besar Muhammad saw. 3 abad berikutnya -- firman-Nya:
وَ تَحۡسَبُہُمۡ اَیۡقَاظًا وَّ ہُمۡ رُقُوۡدٌ ٭ۖ وَّ نُقَلِّبُہُمۡ ذَاتَ الۡیَمِیۡنِ وَ ذَاتَ الشِّمَالِ ٭ۖ وَ کَلۡبُہُمۡ بَاسِطٌ ذِرَاعَیۡہِ بِالۡوَصِیۡدِ ؕ لَوِ اطَّلَعۡتَ عَلَیۡہِمۡ لَوَلَّیۡتَ مِنۡہُمۡ فِرَارًا وَّ لَمُلِئۡتَ مِنۡہُمۡ
رُعۡبًا ﴿﴾
Dan engkau menyangka mereka itu bangun
padahal mereka itu tidur, dan
Kami membolik-balikkan mereka ke kanan
dan ke kiri, dan anjing
mereka sedang menjulurkan kedua kaki-depannya di halaman gua itu. Seandainya
engkau menyaksikan mereka niscaya engkau akan berbalik dari mereka untuk
melarikan diri dan niscaya engkau
akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka. (Al-Kahf [17]:19).
Melalui
surah Al-Kahf, umat Islam di masa Nabi
Besar Muhammad saw. telah diberi peringatan sebelumnya bahwa bangsa-bangsa Kristen di daerah utara
sedang berleha-leha, tetapi tidak
lama lagi mereka akan bangkit dari
keadaan “tidur” yang meliputi masa ratusan tahun itu, dan mereka akan menyebar
ke seluruh dunia serta menguasai
dunia dalam wujud Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog -- QS.21:97; Wahyu 20:1-10), firman-Nya:
وَ حَرٰمٌ عَلٰی
قَرۡیَۃٍ اَہۡلَکۡنٰہَاۤ اَنَّہُمۡ لَا
یَرۡجِعُوۡنَ ﴿﴾ حَتّٰۤی اِذَا فُتِحَتۡ یَاۡجُوۡجُ وَ مَاۡجُوۡجُ وَ
ہُمۡ مِّنۡ کُلِّ
حَدَبٍ یَّنۡسِلُوۡنَ ﴿﴾ وَ اقۡتَرَبَ الۡوَعۡدُ الۡحَقُّ فَاِذَا ہِیَ
شَاخِصَۃٌ اَبۡصَارُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا
ؕ یٰوَیۡلَنَا قَدۡ کُنَّا فِیۡ غَفۡلَۃٍ
مِّنۡ ہٰذَا بَلۡ کُنَّا
ظٰلِمِیۡنَ ﴿﴾ اِنَّکُمۡ
وَ مَا تَعۡبُدُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰہِ حَصَبُ جَہَنَّمَ ؕ اَنۡتُمۡ لَہَا وٰرِدُوۡنَ ﴿﴾
Dan terlarang bagi penduduk suatu negeri yang telah Kami binasakan
bahwa sesungguhnya mereka itu tidak mungkin
akan kembali. حَتّٰۤی اِذَا
فُتِحَتۡ یَاۡجُوۡجُ وَ مَاۡجُوۡجُ وَ ہُمۡ مِّنۡ
کُلِّ حَدَبٍ یَّنۡسِلُوۡنَ -- Hingga
apabila dibukakan pintu
pemenjaraan Ya’juj dan Ma’-juj dan mereka turun dengan cepat dari setiap ketinggian. Sudah mendekat janji yang benar maka sekonyong-konyong akan terbelalak mata
orang-orang kafir, mereka berseru, “Aduhai, celaka kami!
Sungguh kami dalam kelalaian mengenai
hal ini, bahkan kami adalah
orang yang zalim!” Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah bahan bakar Jahannam, kamu akan mendatanginya.” (Al-Anbiya
[21]:96-99).
Ayat 97
Jika dibaca bersama-sama dengan ayat yang mendahuluinya (96) maka maksud
ayat ini ialah bahwa hukum alam
bekerja demikian rupa, sehingga sekali bila suatu kaum — sesudah mencapai puncak kejayaan
dan kemuliaan duniawi — mereka mengalami
kebinasaan dan kehancuran mereka tidak mendapatkan kembali kejayaan mereka yang hilang
itu (QS.7:35).
Demikian juga Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog)
pun dengan kejayaan dan kemuliaan besar dalam kebendaan tidak dapat mengelakkan diri
dari hukum alam. Mereka akan jatuh dan tidak akan bangkit kembali untuk selama-lamanya. Demikian
juga Ya’juj dan Ma’juj atau bangsa-bangsa
Kristen barat di Akhir Zaman ini telah
mencapai segala puncak kekuasaan politik
dan telah menyebar ke seluruh dunia
akan mengalami hal yang sama,
sebagaimana dikemukakan dalam perumpamaan
pemilik kebun yang kikir
(QS.18:33-45).
Pelepasan Sementara “Iblis”
dari Pemenjaraan 1000 Tahun
Jadi, ungkapan Al-Quran حَتّٰۤی
اِذَا فُتِحَتۡ یَاۡجُوۡجُ وَ
مَاۡجُوۡجُ وَ ہُمۡ مِّنۡ کُلِّ
حَدَبٍ یَّنۡسِلُوۡنَ -- Hingga apabila dibukakan
pintu pemenjaraan Ya’juj dan Ma’-juj dan mereka turun dengan cepat dari setiap ketinggian” berarti, bahwa mereka akan menempati setiap ujung
(puncak) yang membawa keuntungan dan mereka
akan menguasai seluruh dunia.
Menurut ayat 98 bahwa bekuasaan Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) akan diikuti oleh peristiwa-peristiwa yang membawa bencana di dunia, yang akhirnya akan
menyebabkan kejayaan dan kemenangan
Islam yang kedua kali (QS.61:10) dan menjadi sebab kekuatan-kekuatan kepalsuan dan kebendaan
yang menjelma dalam wujud Ya’juj dan Ma’juj -- yang disebut fitnah Dajjal -- musnah.
Mengisyaratkan kepada kenyataan itu pulalah nubuatan Bible berikut ini berkenaan dengan pelepasan sementara iblis
dari pemenjaraannya selama 1000 tahun:
Iblis
dihukum
20:7 Dan setelah masa seribu
tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, 20:8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada
keempat penjuru bumi,
yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir
di laut. 20:9 Maka naiklah mereka ke
seluruh dataran bumi, lalu mengepung
perkemahan tentara
orang-orang kudus dan kota yang dikasihi
itu.
Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, 20:10 dan Iblis, yang menyesatkan
mereka, dilemparkan
ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang
dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya. (Wahyu 20:7-10).
Apabila sesudah kehancuran Ya’juj-Ma’juj (Gog-Magog) secara mutlak, kemudian Islam
di Akhir Zaman ini akan memperoleh
kembali kejayaan dan kemuliaannya seperti sediakala, mereka
yang telah berputus-asa mengenai kebangkitan kembali umat Islam, mata kepala mereka sendiri hampir-hampir tidak dapat mempercayainya,
firman-Nya:
ہُوَ
الَّذِیۡۤ اَرۡسَلَ رَسُوۡلَہٗ
بِالۡہُدٰی وَ دِیۡنِ الۡحَقِّ
لِیُظۡہِرَہٗ عَلَی الدِّیۡنِ کُلِّہٖ وَ
لَوۡ کَرِہَ الۡمُشۡرِکُوۡنَ ٪﴿﴾
Dia-lah Yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk
dan dengan agama yang benar supaya Dia memenangkannya atas semua agama,
walaupun orang musyrik tidak menyukai. (Ash-Shaf [61]:10).
Kebanyakan ahli
tafsir Al-Quran sepakat bahwa ayat ini kena untuk Al-Masih yang dijanjikan (Masih Mau’ud a.s.), sebab di zaman beliau
semua agama muncul dan keunggulan Islam di atas semua agama akan menjadi kepastian.
Kekuatan Militer Bangsa-bangsa Kristen
Dari Barat
Kembali kepada pembahasan surah Al-Kahf sebelumnya mengenai generasi
penerus “para penghuni gua” yang
telah meninggalkan “Tauhid Ilahi”
(QS.6:117-119), firman-Nya:
وَ تَحۡسَبُہُمۡ اَیۡقَاظًا وَّ ہُمۡ رُقُوۡدٌ ٭ۖ وَّ نُقَلِّبُہُمۡ ذَاتَ الۡیَمِیۡنِ وَ ذَاتَ الشِّمَالِ ٭ۖ وَ کَلۡبُہُمۡ بَاسِطٌ ذِرَاعَیۡہِ بِالۡوَصِیۡدِ ؕ لَوِ اطَّلَعۡتَ عَلَیۡہِمۡ لَوَلَّیۡتَ مِنۡہُمۡ فِرَارًا وَّ لَمُلِئۡتَ مِنۡہُمۡ
رُعۡبًا ﴿﴾
Dan engkau menyangka mereka itu bangun
padahal mereka itu tidur, dan
Kami membolik-balikkan mereka ke kanan
dan ke kiri, dan anjing mereka sedang menjulurkan kedua
kaki-depannya di halaman gua itu.
Seandainya
engkau menyaksikan mereka niscaya engkau akan berbalik dari mereka untuk
melarikan diri dan niscaya engkau
akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka. (Al-Kahf [17]:19).
Kata-kata
"Kami akan membolik-balikkan mereka
ke kanan dan ke kiri" nampaknya menunjuk kepada berkeliarannya mereka di muka bumi sekitar abad 17 Masehi dan tersebarnya mereka ke semua jurusan untuk mencari pasaran baru dan untuk mencapai kemenangan-kemenangan (penaklukan-penaklukan) yang baru pula.
Kata-kata: “Dan anjing
mereka sedang menjulurkan kedua kaki-depannya di halaman gua itu“ itu di samping menunjuk kepada kesayangan yang mendalam bangsa-bangsa Kristen di barat kepada anjing, dapat pula dianggap menunjuk
kepada kerajaan Byzantine yang ketika
itu mengadakan penjagaan terhadap Eropa pada kedua pantai Laut Marmora, yang kelihatan seperti seekor anjing yang mengadakan penjagaan, dengan membentangkan
kaki-depannya ke kedua sisinya.
Kata-kata itu pun menunjuk kepada masa ketika bangsa-bangsa
Kristen dari barat akan memperoleh kekuasaan
politik yang besar. Al-Quran menubuatkan hakikat ini ratusan tahun sebelumnya, ketika bangsa-bangsa Kristen masih terbenam
dalam tidur lelap ratusan tahun,
sehingga daya cipta yang betapa pun
kaya dan luasnya tidak dapat meramalkan
kekuasaan dan kemuliaan yang akan
dicapai oleh bangsa-bangsa itu
sesudahnya.
Makna ayat "Seandainya
engkau menyaksikan mereka niscaya engkau akan berbalik dari mereka untuk
melarikan diri dan niscaya engkau
akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka,” ayat ini berisikan gambaran khas mengenai kekuasaan bangsa-bangsa barat di atas negeri-negeri
sebelah timur dan selatan, cara hidup
mereka yang khusus, rasa takut, dan keseganan yang bangsa ini timbulkan di tengah-tengah rakyat-rakyat yang
mendiami daerah-daerah tersebut,
terutama kekuatan militer yang mereka miliki
dengan segala kecanggihan persenjataan
yang mereka ciptakan, sebagaimana
dikemukakan dalam Al-Quran mengenai bangsa-bangsa kafir yang dijadikan Allah
Swt. sebagai sarana untuk mengazab Bani Israil dan Bani Isma’il, firman-Nya:
وَ قَضَیۡنَاۤ اِلٰی
بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ فِی الۡکِتٰبِ
لَتُفۡسِدُنَّ فِی الۡاَرۡضِ
مَرَّتَیۡنِ وَ
لَتَعۡلُنَّ عُلُوًّا کَبِیۡرًا ﴿﴾ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ اُوۡلٰىہُمَا
بَعَثۡنَا عَلَیۡکُمۡ عِبَادًا لَّنَاۤ اُولِیۡ بَاۡسٍ
شَدِیۡدٍ فَجَاسُوۡا
خِلٰلَ الدِّیَارِ ؕ وَ کَانَ وَعۡدًا مَّفۡعُوۡلًا ﴿﴾
Dan telah Kami tetapkan dengan jelas kepada Bani Israil dalam kitab itu: “Niscaya kamu
akan melakukan kerusakan di muka bumi ini dua kali, dan niscaya kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang sangat besar.” Apabila
datang saat sempurnanya janji
yang pertama dari kedua janji itu, Kami
membangkitkan untuk menghadapi kamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan
tempur yang dahsyat, dan mereka
menerobos jauh ke dalam rumah-rumah, dan itu merupakan suatu janji yang pasti terlaksana. (Bani Israil [17]:5-6).
Dua Kali Terlepasnya “Palestina”
dari Umat Islam & Infiltrasi Barat Melalui “Perniagaan”
yang Berujung Penjajahan
Ayat selanjutnya mengisyaratkan kepada
gerakan-gerakan infiltrasi yang mereka
lakukan yang diawali dengan “berkedok
misi dagang”, firman-Nya:
وَ کَذٰلِکَ بَعَثۡنٰہُمۡ
لِیَتَسَآءَلُوۡا
بَیۡنَہُمۡ ؕ قَالَ قَآئِلٌ مِّنۡہُمۡ کَمۡ لَبِثۡتُمۡ ؕ قَالُوۡا لَبِثۡنَا یَوۡمًا اَوۡ بَعۡضَ یَوۡمٍ ؕ قَالُوۡا رَبُّکُمۡ اَعۡلَمُ بِمَا لَبِثۡتُمۡ ؕ فَابۡعَثُوۡۤا اَحَدَکُمۡ بِوَرِقِکُمۡ ہٰذِہٖۤ اِلَی الۡمَدِیۡنَۃِ فَلۡیَنۡظُرۡ
اَیُّہَاۤ اَزۡکٰی
طَعَامًا فَلۡیَاۡتِکُمۡ بِرِزۡقٍ مِّنۡہُ وَ لۡـیَؔتَلَطَّفۡ وَ لَا
یُشۡعِرَنَّ بِکُمۡ
اَحَدًا ﴿﴾
Dan demikianlah Kami membangkitkan mereka supaya mereka saling bertanya di antara mereka. Salah seorang dari mereka
berkata: “Sudah berapa lamakah kamu
tinggal?" Mereka menjawab:
"Kami telah tinggal sehari
atau sebagian dari hari." Yang
lain berkata: "Hanya Rabb
(Tuhan) kamu yang lebih mengetahui
lamanya kamu tinggal. Maka suruhlah
sekarang salah seorang dari antara kamu dengan mata uangmu ini ke kota dan hendaklah ia memperhatikan siapa dari antara penghuni kota mempunyai
bahan makanan terbaik dan hendaklah
ia membawa kepada kamu rezeki darinya.
Dan hendaklah ia bersikap lemah-lembut, dan ia jangan memberitahukan tentang
kamu kepada siapa pun. (Al-Kahf [17]:20).
Ayat ini nampaknya menunjuk kepada bangsa-bangsa Kristen dari barat,
sesudah mereka menyebar ke seluruh
dunia (QS.21:97). Kata-kata “Kami
membangkitkan mereka”, mengisyaratkan kepada kemajuan besar yang bangsa-bangsa itu telah ditakdirkan mencapainya di masa yang akan datang.
Kata-kata, “Salah
seorang dari mereka berkata: Sudah berapa
lamakah kamu telah tinggal?" mengandung arti, bahwa bangsa-bangsa Kristen bangkit dan menyingkirkan jauh-jauh kemalasan
mereka. Kebangkitan kesadaran ini
telah terjadi di masa peperangan salib,
ketika raja-raja Inggris, Perancis, dan Jerman bersatu padu memperjuangkan tujuan
bersama, dan seluruh Eropa bergabung
mengadakan serangan bersama terhadap umat Islam, untuk merebut tanah suci (Palestina) dari kekuasaan umat Islam.
Akibatnya wilayah Palestina (negeri yang dijanjikan) tersebut sempat terlepas dari kekuasaan umat Islam selama 92 tahun, dan
terlepasnya “Palestina” di Akhir Zaman ini ke tangan bangsa Israel (kaum Yahudi) ini merupakan peristiwa yang kedua kali
dan merupakan pengingatan bagi umat Islam, firman-Nya:
"Dan sungguh
Kami benar-benar telah menuliskan dalam
Kitab Zabur sesudah pemberi peringatan itu, bahwa bumi itu akan diwarisi oleh
hamba-hamba-Ku yang shalih. (Al-Anbiya [21]:106).
Yang
dimaksud dengan “bumi itu” adalah Palestina.
Para pujangga Kristen menafsirkan juga kata-kata “bumi itu akan diwarisi” atau “tanah
itu akan diwarisi” dalam Mazmur dalam artian mewarisi Kanaan menurut “janji
dalam perjanjian Tuhan". Isyarat dalam kata-kata “dalam kitab Daud” ditujukan kepada Mazmur 37:9, 11, 22, dan
29.
Terdapat pula suatu nubuatan
dalam Kitab Ulangan (28:11 dan 34:4) bahwa negeri Palestina akan diberikan kepada Bani Israil. Palestina tetap di tangan umat Kristen hingga orang Islam
menaklukkannya di masa khilafat Sayyidina
Umar bin Khaththab r.a., Khalifah
ke-II Rasulullah saw.
Nubuatan yang terkandung dalam ayat ini, rupanya menunjuk kepada penaklukan Palestina tersebut oleh
lasykar Islam. Palestina tetap berada
di bawah kekuasaan umat Islam selama kira-kira 1350 tahun - kecuali satu masa
pendek yang lamanya 92 tahun, ketika di zaman peperangan salib kekuasaan atas Palestina
telah berpindah-tangan — hingga dalam masa kita ini sebagai akibat rencana-rencana buruk dari beberapa kekuasaan barat yang disebut demokrasi, negeri bernama Palestina itu sama sekali tidak berwujud
dan di atas puing-puingnya didirikan kerajaan
Israil.
Orang-orang Yahudi kembali ke Palestina setelah mengembara selama hampir 2000 tahun di berbagai
wilayah dunia. Tetapi peristiwa sejarah yang besar ini telah terjadi sebagai
pemenuhan suatu nubuatan Al-Quran
(QS.17:105). Tetapi terlepasnya Palestina
yang kedua kali ini hanya merupakan satu babak sementara saja, karena orang-orang Islam – yakni hamba-hamba
Allah yang hakiki (QS.21:107) -- telah ditakdirkan
akan menguasainya kembali.
Cepat atau lambat — malahan lebih cepat
daripada lambat - Palestina akan
kembali menjadi milik Islam. Hal ini
merupakan keputusan Allah Swt. dan tidak ada seorang pun dapat mengubah keputusan Tuhan, firman-Nya:
ہُوَ
الَّذِیۡۤ اَرۡسَلَ رَسُوۡلَہٗ
بِالۡہُدٰی وَ دِیۡنِ الۡحَقِّ
لِیُظۡہِرَہٗ عَلَی الدِّیۡنِ کُلِّہٖ وَ
لَوۡ کَرِہَ الۡمُشۡرِکُوۡنَ ٪﴿﴾
Dia-lah Yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk
dan dengan agama yang benar supaya Dia meme-nangkannya atas semua agama,
walaupun orang musyrik tidak menyukai. (Ash-Shaf [61]:10).
“Berlaku Lemah-lembut” Dalam Perniagaan Langkah Awal Kesuksesan Bangsa-bangsa Kristen Dalam
Melakukan “Penjajahan”
Menurut muhawarah bahasa Arab “sehari
atau sebagian
hari” menunjuk kepada masa yang tidak tentu. Di tempat lain (QS.20:103-104)
Al-Quran telah menetapkan seribu tahun,
yang selama itu bangsa-bangsa Kristen
dari barat itu tetap tinggal dalam kedaan
tidur atau tanpa kegiatan.
Kata ''sepuluh hari" dalam QS.20:103-104
dipergunakan untuk menyatakan sepuluh
abad (1000 tahun), dan kata-kata "bermata
biru" dalam ayat-ayat tersebut menunjuk kepada bangsa-bangsa barat yang pada umumnya bermata biru. Ini merupakan kenyataan
sejarah yang cukup dikenal, bahwa dasar-dasar kekuasaan Inggris di Timur diletakkan pada permulaan abad ketujuh belas ("March of Man"). Masa
ini mendekati seribu tahun sesudah Nabi
Besar Muhammad saw..
Jadi, Ketika "penghuni-penghuni gua" melihat, bahwa gelombang penindasan terhadap mereka telah mereda, mereka mengutus salah seorang anggota mereka ke kota yang
dibekali dengan beberapa mata uang lama
untuk membeli perbekalan hidup dan
untuk menyelidiki bagaimana situasi, yang menyangkut diri mereka.
Tha'ām (makanan) dalam ayat: “Maka suruhlah sekarang salah seorang dari antara
kamu dengan mata uangmu ini ke kota dan hendaklah ia memperhatikan siapa
dari antara penghuni kota mempunyai bahan makanan terbaik dan hendaklah ia membawa kepada kamu
rezeki darinya“ dapat berarti, bahan-bahan makanan seperti gandum, jelai, jawawut, kurma dan lain
sebagainya (Lexicon Lane). Ini menunjuk kepada ekspedisi-ekspedisi perdagangan bangsa-bangsa barat – salah
satunya adalah VOC dari kerajaan
Belanda -- ke seluruh bagian dunia.
Makna ayat: “Dan hendaklah
ia bersikap lemah-lembut, dan ia jangan memberitahukan tentang
kamu kepada siapa pun.“ Para ahli niaga Eropa mempunyai keterampilan khas untuk berlaku lemah-lembut dan sopan-santun dalam urusan
perdagangan mereka. Nampaknya ungkapan, تَلَطَّفۡ وَ لۡـیَؔ --"hendaklah
ia bersikap lemah-lembut" menunjuk kepada sifat khusus ini. Kata-kata itu berarti pula, "hendaknya ia berlaku hati-hati."
Kata-kata: "dan jangan sama sekali ia memberitahukan
tentang kamu kepada siapa pun” mengisyaratkan kepada penyusupan pengaruh barat ke timur dengan diam-diam dan tidak menyolok mata.
Selanjutnya Allah Swt. berfirman
mengenai mereka:
اِنَّہُمۡ اِنۡ یَّظۡہَرُوۡا عَلَیۡکُمۡ یَرۡجُمُوۡکُمۡ اَوۡ یُعِیۡدُوۡکُمۡ فِیۡ
مِلَّتِہِمۡ وَ لَنۡ
تُفۡلِحُوۡۤا اِذًا اَبَدًا ﴿﴾
"Sesungguhnya jika mereka
unggul atas kamu mereka akan mengusir kamu atau akan memaksa kamu kembali ke dalam agama
mereka, dan kamu tidak akan pernah berhasil selama-lamanya. (Al-Kahf [17]:21).
Kata-kata dalam ayat ini berarti "Jika orang-orang yang kepadanya kamu
mengirim rombongan dagang dapat mengetahui niat-niat kamu yang sebenarnya, atau
sebelum kakimu ditegakkan dengan kuat di negeri mereka, suatu persengketaan
politik atau perselisihan dagang timbul, dan kamu sendiri tidak kuat
menghadapinya, kemudian kamu akan terpaksa meninggalkan negeri mereka atau
memeluk agama mereka. Jika terjadi salah satu di antara keduanya, kamu akan
gagal memperoleh tempat berpijak yang kekal, dan semua impianmu untuk
menegakkan kerajaan yang besar di negeri mereka akan lenyap sirna."
Berbagai Jumlah Rombongan Para “Penghuni
Gua”
Selanjutnya Allah Swt lebih berfirman mengenai bangkit dan menyebarnya bangsa-bangsa
Kristen dari Eropa – yakni Ya’juj (Gog)
dan Ma’juj (Magog -- QS.21:97; Wahyu 20:1-10) --
firman-Nya:
وَ کَذٰلِکَ اَعۡثَرۡنَا عَلَیۡہِمۡ لِیَعۡلَمُوۡۤا اَنَّ وَعۡدَ اللّٰہِ حَقٌّ وَّ اَنَّ السَّاعَۃَ لَا رَیۡبَ فِیۡہَا ۚ٭ اِذۡ یَتَنَازَعُوۡنَ بَیۡنَہُمۡ اَمۡرَہُمۡ فَقَالُوا ابۡنُوۡا عَلَیۡہِمۡ بُنۡیَانًا ؕ رَبُّہُمۡ اَعۡلَمُ بِہِمۡ ؕ قَالَ الَّذِیۡنَ غَلَبُوۡا عَلٰۤی اَمۡرِہِمۡ
لَنَتَّخِذَنَّ عَلَیۡہِمۡ
مَّسۡجِدًا ﴿﴾
Dan demikianlah Kami memberitahukan tentang mereka supaya mereka mengetahui sesungguhnya
janji Allah itu benar, dan bahwa saat
itu tidak ada keraguan di dalamnya,
ketika mereka bertengkar di
antara mereka mengenai urusan mereka, dan mereka berkata satu sama lain:
"Dirikanlah di atas mereka itu
suatu bangunan." Rabb (Tuhan)
mereka lebih me-ngetahui tentang mereka. Orang-orang yang unggul atas perkara mereka berkata: "Kami pasti akan membangun di atas tempat tinggal mereka rumah
peribadatan." (Al-Kahf [17]:22).
Kata-kata, "Kami pasti akan membangun di atas tempat tinggal mereka rumah peribadatan" menyebut
salah satu ciri istimewa "penghuni-penghuni
gua" itu, yaitu para pelanjut
mereka -- yaitu bangsa-bangsa Kristen -- akan
membangun gereja-gereja untuk memperingati orang-orang kudus mereka
yang telah mati. Perlu pula
diperhatikan, bahwa banyak gereja semacam
itu telah ditemukan di katakomba-katakomba.
Kemudian mengenai dugaan-dugaan jumlah mereka
Allah Swt. menjelaskan, firman-Nya:
سَیَقُوۡلُوۡنَ ثَلٰثَۃٌ رَّابِعُہُمۡ
کَلۡبُہُمۡ ۚ وَ یَقُوۡلُوۡنَ خَمۡسَۃٌ
سَادِسُہُمۡ کَلۡبُہُمۡ
رَجۡمًۢا بِالۡغَیۡبِ ۚ وَ یَقُوۡلُوۡنَ سَبۡعَۃٌ وَّ ثَامِنُہُمۡ
کَلۡبُہُمۡ ؕ قُلۡ رَّبِّیۡۤ اَعۡلَمُ بِعِدَّتِہِمۡ مَّا یَعۡلَمُہُمۡ اِلَّا قَلِیۡلٌ ۬۟ فَلَا تُمَارِ فِیۡہِمۡ اِلَّا مِرَآءً ظَاہِرًا ۪ وَّ لَا تَسۡتَفۡتِ فِیۡہِمۡ
مِّنۡہُمۡ اَحَدًا ﴿٪﴾
Mereka pasti berkata: "Mereka itu tiga, yang keempatnya
adalah anjingnya," dan yang
lain berkata: "Mereka itu lima, yang keenam anjingnya.” Mereka menerka
secara gaib, dan yang lainnya lagi
berkata: "Me-reka itu tujuh,
yang kedelapan anjingnya.” Katakanlah: "Rabb-ku (Tuhan-ku) lebih
mengetahui bilangan mereka.” Sama sekali tidak ada orang yang mengetahui mereka kecuali sedikit,” karena itu janganlah engkau bertengkar mengenai mereka
kecuali dengan dalil yang tidak dapat dibantah,
dan jangan pula engkau mencari
keterangan ten-tang mereka dari salah
seorang di antara mereka. (Al-Kahf [17]:23).
Terkaan-terkaan ini nampaknya berdasar pada prasasti-prasasti yang tertera pada dinding-dinding
beberapa kamar di katakomba-katakomba,
tetapi tiap tulisan itu menunjuk hanya kepada suatu keluarga, golongan, atau rombongan yang tertentu. Jumlah
banyaknya orang-orang yang mencari
perlindungan dalam katakomba-katakomba
itu pada suatu waktu tertentu tidak diketahui. Dari prasasti-prasasti itu nampak bahwa selamanya ada anjing menyertai suatu rombongan
pengungsi itu.
Genapnya Nubuatan Dalam
Dua Hadits Qudsi
Demikianlah penjelasan berbagai hikmah
berkenaan dua hadits qudsi berupa doa Nabi
Isa Ibnu Maryam a.s. dan doa Nabi
Besar Muhammad saw. sehubungan dengan umatnya
masing-masing:
Dari
‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash r.a. bahwa Nabi saw. membaca firman Allah tentang
Ibrahim a.s.:
رَبِّ اِنَّہُنَّ اَضۡلَلۡنَ کَثِیۡرًا مِّنَ النَّاسِ ۚ فَمَنۡ تَبِعَنِیۡ فَاِنَّہٗ مِنِّیۡ ۚ وَ مَنۡ عَصَانِیۡ فَاِنَّکَ
غَفُوۡرٌ رَّحِیۡمٌ
“Wahai Rabb-ku sesungguhnya
berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia, lalu barangsiapa mengikutiku maka sesungguhnya ia termasuk golonganku,
dan barangsiapa mendurhakaiku maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha
Penyayang (Ibrahim [14]:37).
Dan ‘Isa a.s. berkata:
اِنۡ تُعَذِّبۡہُمۡ
فَاِنَّہُمۡ عِبَادُکَ ۚ وَ اِنۡ تَغۡفِرۡ لَہُمۡ فَاِنَّکَ اَنۡتَ الۡعَزِیۡزُ
الۡحَکِیۡمُ ﴿﴾
“Kalau Engkau mengazab mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan kalau Engkau mengampuni mereka, maka
sesungguhnya Engkau benar-benar Maha
Perkasa, Maha Bijaksana.” (Al-Māidah [5]:118).
Kemudian beliau saw. mengangkat kedua tangan
seraya bersabda: “Wahai umatku…..umatku”
dan beliau saw. menangis. Allah Yang
Maha Mulia dan Maha Besar berfirman; “Wahai Jibril, pergilah kepada Muhammad –
sedangkan Tuhan kamu lebih mengetahui --
tanyalah kepadanya, “Apakah yang
menyebabkan engkau menangis?” Jibril
a.s. datang kepada beliau lalu bertanya kepada beliau, maka utusan
Allah itu memberitahukan kepada-Nya mengenai apa yang disabdakan beliau -- padahal Allah lebih mengetahui – lalu
Allah Ta’ala berfirman kepada Jibril: “Pergillah kepada Muhammad dan katakan, “Sesungguhnya Kami akan ridha terhadap umat engkau dan Kami
tidak berbuat buruk kepada engkau” (Muslim).
Kemudian:
Tsauban
r.a., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah
memperlihatkan bumi kepadaku lalu aku
melihat timur dan baratnya, dan sungguh
kerajaan umatku akan sampai kepada bumi yang ditampakkan kepadaku. Aku diberi dua pembendaharaan yaitu merah dan putih. Sungguh aku mohon
kepada Tuhan-ku bagi umatku agar tidak dihancurkan dengan tahun yang umum dan
tidak dikuasai oleh musuh selain dari mereka sendiri, lalu ia memusnahkan
golongan mereka. Sesungguhnya Tuhan-ku
berfirman, “Wahai Muhammad, sesungguhnya
apabila Aku menetapkan suatu ketetapan maka ketetapan itu tidaklah tertolak. Dan sesungguhnya Aku
memberi engkau mengenai umat engkau tidak Aku hancurkan dengan tahun yang umum,
dan Aku tidak menguasakan musuh atas mereka selain dari mereka sendiri yang
memusnahkan golongan mereka, walau pun berkumpul atas mereka dari seluruh
penjuru -- atau Dia berfirman:
“dari seluruh penjuru bumi –
sehingga sebagian mereka menghancurkan
sebagian yang lain, dan sebagian
mereka menawan terhadap sebagian yang lain.” (Muslim).
(Bersambung)
ooo
Rujukan: The
Holy Quran
Editor : Malik
Ghulam Farid
Pajajaran Anyar, 26 Juli 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar