Rabu, 26 Juli 2017

Nubuatan Kejayaan dan Kehancuran "Ya'juj" (Gog) dan "Ma'juj" (Magog) Dalam Bible dan Al-Quran & Penggenapan "Nubuatan" Dalam Dua Hadits Qudsi Berupa "Doa" Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. dan "Doa" Nabi Besar Muhammad Saw. Berkenaan "Kaumnya" Masing-masing

  

Bismillāhirrahmānirrahīm


KHAZANAH  AL-QURAN 

Bab 13

NUBUATAN KEJAYAAN DAN KEHANCURAN YA’JUJ (GOG) DAN MA’JUJ  (MAGOG) DALAM  BIBLE DAN AL-QURAN & PENGGENAPAN NUBUATAN DALAM DUA HADITS QUDSI BERUPA DOA NABI ISA IBNU MARYAM A.S. DAN DOA NABI BESAR MUHAMMAD SAW. BERKENAAN KAUMNYA MASING-MASING 

Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma

D
alam bagian akhir bab sebelumnya  telah dikemukakan  topic:  Para Pemeluk Tauhid Ilahi berkenaan para pengikut Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. di masa awal.  Lebih lanjut Allah Swt. menerangkan mengenai keadaan orang-orang Kristen di masa awal yang tetap teguh pada Tauhid Ilahi yang diajarkan Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. tersebut (QS.5:117-119), firman-Nya:
نَحۡنُ نَقُصُّ عَلَیۡکَ نَبَاَہُمۡ  بِالۡحَقِّ ؕ اِنَّہُمۡ فِتۡیَۃٌ  اٰمَنُوۡا بِرَبِّہِمۡ وَ زِدۡنٰہُمۡ ہُدًی  ﴿٭ۖ﴾ وَّ رَبَطۡنَا عَلٰی قُلُوۡبِہِمۡ اِذۡ قَامُوۡا فَقَالُوۡا رَبُّنَا رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ لَنۡ نَّدۡعُوَا۠ مِنۡ دُوۡنِہٖۤ  اِلٰـہًا لَّقَدۡ قُلۡنَاۤ  اِذًا  شَطَطًا ﴿﴾  ہٰۤؤُلَآءِ قَوۡمُنَا اتَّخَذُوۡا مِنۡ دُوۡنِہٖۤ اٰلِہَۃً ؕ  لَوۡ لَا یَاۡتُوۡنَ عَلَیۡہِمۡ بِسُلۡطٰنٍۭ بَیِّنٍ ؕ فَمَنۡ اَظۡلَمُ  مِمَّنِ افۡتَرٰی عَلَی اللّٰہِ کَذِبًا ﴿ؕ﴾  وَ اِذِ اعۡتَزَلۡتُمُوۡہُمۡ وَمَا یَعۡبُدُوۡنَ  اِلَّا اللّٰہَ  فَاۡ وٗۤا اِلَی الۡکَہۡفِ یَنۡشُرۡ لَکُمۡ رَبُّکُمۡ مِّنۡ رَّحۡمَتِہٖ وَیُہَیِّیٔۡ لَکُمۡ مِّنۡ  اَمۡرِکُمۡ  مِّرۡفَقًا ﴿﴾
Kami menceriterakan kepada engkau kisah mereka dengan benar, sesungguhnya mereka itu para  pemuda  yang beriman kepada Tuhan-nya, dan  Kami me­nambah kepada mereka petunjuk.  Dan Kami menguatkan hati mereka  ketika mereka berdiri teguh dan berkata: "Rabb (Tuhan) kami adalah Rabb (Tuhan) seluruh langit dan bumi, kami  tidak pernah menyeru tuhan selain Dia, karena  jika demikian sungguh kami  benar-benar telah berkata    jauh dari kebenaran.   Mereka itu kaum kami yang telah mengambil tuhan-tuhan lain selain Dia.  Mengapa mereka tidak mengemukakan suatu dalil yang terang mengenai mereka itu? Maka  siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah?   Dan ketika kamu meninggalkan mereka dan  apa yang mereka sembah selain Allah lalu carilah perlindungan dalam gua itu  maka Rabb (Tuhan) kamu akan melapangkan bagi kamu rahmat-Nya  dan akan menyediakan untuk kamu sarana kemudahan bagi urusanmu." (Al-Kahf [17]:14-17).
     Ayat ini menunjukkan, bahwa di masa Nabi Besar Muhammad saw.  banyak kisah khayalan telah tersiar mengenai “Ashhābul- Kahf” (penghuni-penghuni gua) Tetapi hakikat yang sebenarnya mengenai mereka ialah  bahwa mereka itu para pemuda penganut Tauhid Ilahi yang memiliki akhlak mulia, yang telah mempertaruhkan segala-galanya semata­-mata untuk Tuhan mereka (Allah Swt.),  dan juga bahwa keimanan mereka berangsur-angsur menjadi lebih kuat  berkat penindasan dan aniaya yang mereka alami dari kaum mereka yang menentang mereka.
 Sekalipun kaum mereka memusuhi mereka dan menindas mereka tanpa mengenal ampun, namun "penghuni-penghuni gua" itu tidak dapat ditundukkan oleh ancaman untuk memaksa mereka meninggalkan agama mereka. Allah Swt.  telah menguatkan hati mereka dan telah menganugerahkan kepada mereka kekuatan iman.
 "Penghuni-penghuni gua" itu tadinya berasal dari satu kaum penyembah berhala. Dan  memang demikianlah keadaan bangsa Romawi itu.   Ayat:  وَ اِذِ اعۡتَزَلۡتُمُوۡہُمۡ وَمَا یَعۡبُدُوۡنَ  اِلَّا اللّٰہَ  فَاۡ وٗۤا اِلَی الۡکَہۡفِ یَنۡشُرۡ لَکُمۡ رَبُّکُمۡ مِّنۡ رَّحۡمَتِہٖ وَیُہَیِّیٔۡ لَکُمۡ مِّنۡ  اَمۡرِکُمۡ  مِّرۡفَقًا ﴿﴾  --  “Dan ketika kamu meninggalkan mereka dan  apa yang mereka sembah selain Allah lalu carilah perlindungan dalam gua itu  maka Rabb (Tuhan) kamu akan melapangkan bagimu rahmat-Nya  dan akan menyediakan untuk kamu sarana kemudahan bagi urusanmu"  membuat hal itu menjadi jelas  bahwa para pemuda  yang berpegang pada tauhid  tersebut   bukanlah  perorangan-perorangan yang terpencar melainkan  merupakan bagian dari satu masyarakat agama yang tersusun dan teratur, yang anggota-anggotanya seringkali mengadakan pertemuan-pertemuan secara sembunyi-sembunyi.
   Ayat ini menunjukkan  bahwa manakala para pemuda itu berembuk untuk mencari perlindungan dalam gua, dalam pikiran mereka terlintas gua tertentu. Nampaknya gua itu sebelumnya telah dipergunakan sebagai tempat pengungsian oleh budak-sahaya Romawi ketika mereka melarikan diri dari majikan-majikan mereka yang zalim.

Mengalami Boikot Sosial yang Keras Dari Kaum Mereka

  Kata-kata “Dan ketika kamu meninggalkan mereka”  menunjukkan bahwa sebelumnya pun mereka itu menjadi mangsa suatu boikot sosial yang keras dan telah tinggal terpisah dari kaum mereka dalam kelompok yang terdiri   dari orang-orang yang sepaham atau  seiman. Selanjutnya Allah Swt. berfirman mengeni posisi gua tersebut:
وَ تَرَی الشَّمۡسَ  اِذَا طَلَعَتۡ  تَّزٰوَرُ عَنۡ کَہۡفِہِمۡ ذَاتَ الۡیَمِیۡنِ وَ اِذَا غَرَبَتۡ تَّقۡرِضُہُمۡ ذَاتَ الشِّمَالِ وَ ہُمۡ فِیۡ فَجۡوَۃٍ مِّنۡہُ ؕ ذٰلِکَ مِنۡ اٰیٰتِ اللّٰہِ ؕ مَنۡ یَّہۡدِ اللّٰہُ فَہُوَ الۡمُہۡتَدِ ۚ وَ مَنۡ  یُّضۡلِلۡ  فَلَنۡ تَجِدَ  لَہٗ   وَلِیًّا  مُّرۡشِدًا ﴿٪﴾  
Dan engkau melihat mata­hari bila ia terbit menjauh lewat dari gua mereka ke sebelah kanan, sedangkan apabila ia terbenam mening­galkan mereka di sebelah kiri, dan  mereka ada dalam rongga yang luas  di gua itu. Yang demi­kian itu dari Tanda-tanda Allah.  Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah  maka dia mendapat petunjuk, dan barangsiapa Dia sesatkan maka  engkau tidak  akan pernah me-nemukan baginya penolong yang memberi petunjuk. (Al-Kahf [17]:18).
   Nampaknya gua itu letaknya demikian rupa sehingga menghadap ke barat-laut, sebab matahari melewati suatu tempat yang menghadap ke utara dari kanan ke kiri. Nampaknya gua itu meliputi daerah yang luas, seperti nampak dari kata-kata "rongga yang luas."
    Katakomba-katakomba di Roma yang masih ada sampai hari ini mendukung pendapat ini. Katakomba­-katakomba itu meliputi daerah yang luas, yang menurut pada umumnya diperkirakan adalah sejauh kira-kira 870 mil (Encyclopaedia). Nampak pula bahwa di katakomba-katakomba itu sedikit sekali cahaya yang dapat masuk, karena pembuatannya adalah untuk bersembunyi dari musuh.
   Gua itu telah dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan sebagai tempat bersembunyi. Santa Yerom yang mengunjungi katakomba-katakomba itu pada abad keempat menyatakan: "Seluruh gua itu begitu gelap sehingga nampaknya ucapan nabi (Mazmur 55:16) telah terpenuhi  yaitu “baiklah dengan hidupnya mereka itu turun ke dalam neraka. Hanya sewaktu-waktu cahaya dapat masuk ke dalam untuk mengurangi kengerian kegelapan, dan itu pun bukan melalui sebuah jendela, melainkan melalui sebuah lubang." (Encyclopaedia  Britannica,  Edisi ke-11).

Generasi Penerus” yang Keluar dari “Gua” & Merajalelanya  Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) 

  Firman Allah Swt. selanjutnya menceritakan generasi penerus dari para “penghuni  gua”  -- yakni bangsa-bangsa Kristen  pada zaman bangkitnya kejayaan umat Islam yang pertama, mulai dari zaman Nabi Besar Muhammad saw. 3 abad berikutnya  -- firman-Nya:
وَ تَحۡسَبُہُمۡ اَیۡقَاظًا وَّ ہُمۡ رُقُوۡدٌ ٭ۖ وَّ نُقَلِّبُہُمۡ ذَاتَ الۡیَمِیۡنِ وَ ذَاتَ الشِّمَالِ ٭ۖ وَ کَلۡبُہُمۡ بَاسِطٌ ذِرَاعَیۡہِ  بِالۡوَصِیۡدِ ؕ لَوِ اطَّلَعۡتَ عَلَیۡہِمۡ لَوَلَّیۡتَ مِنۡہُمۡ فِرَارًا  وَّ  لَمُلِئۡتَ مِنۡہُمۡ  رُعۡبًا ﴿﴾  
Dan engkau menyangka mereka itu bangun  padahal mereka itu tidur, dan Kami membolik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri,  dan anjing mereka sedang menjulurkan kedua kaki-depannya di halaman   gua itu.  Seandainya engkau menyaksikan mereka niscaya engkau akan berbalik dari mereka untuk melarikan diri dan niscaya engkau akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka.  (Al-Kahf [17]:19).
  Melalui surah Al-Kahf, umat Islam di masa Nabi Besar Muhammad saw.  telah diberi peringatan sebelumnya bahwa bangsa-bangsa Kristen di daerah utara sedang berleha-leha, tetapi tidak lama lagi mereka akan bangkit dari keadaan   “tidur”  yang meliputi masa ratusan tahun itu, dan mereka  akan menyebar ke seluruh dunia serta menguasai dunia  dalam wujud Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog   -- QS.21:97; Wahyu 20:1-10), firman-Nya:
وَ حَرٰمٌ عَلٰی قَرۡیَۃٍ  اَہۡلَکۡنٰہَاۤ  اَنَّہُمۡ لَا  یَرۡجِعُوۡنَ ﴿﴾  حَتّٰۤی  اِذَا  فُتِحَتۡ یَاۡجُوۡجُ وَ مَاۡجُوۡجُ وَ ہُمۡ  مِّنۡ  کُلِّ  حَدَبٍ  یَّنۡسِلُوۡنَ ﴿﴾  وَ اقۡتَرَبَ الۡوَعۡدُ الۡحَقُّ فَاِذَا ہِیَ شَاخِصَۃٌ  اَبۡصَارُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا ؕ یٰوَیۡلَنَا قَدۡ کُنَّا فِیۡ غَفۡلَۃٍ  مِّنۡ  ہٰذَا بَلۡ کُنَّا ظٰلِمِیۡنَ ﴿﴾  اِنَّکُمۡ وَ مَا تَعۡبُدُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰہِ حَصَبُ جَہَنَّمَ ؕ اَنۡتُمۡ  لَہَا وٰرِدُوۡنَ ﴿﴾
Dan terlarang bagi penduduk suatu negeri yang telah Kami binasakan bahwa sesungguhnya mereka itu tidak mungkin akan kembali. حَتّٰۤی  اِذَا  فُتِحَتۡ یَاۡجُوۡجُ وَ مَاۡجُوۡجُ وَ ہُمۡ  مِّنۡ  کُلِّ  حَدَبٍ  یَّنۡسِلُوۡنَ -- Hingga apabila dibukakan pintu pemenjaraan Ya’juj dan Ma’-juj dan mereka turun dengan cepat dari setiap ketinggian. Sudah mendekat janji yang benar maka sekonyong-konyong akan terbelalak mata orang-orang   kafir, mereka  berseru, Aduhai, celaka kami! Sungguh kami dalam kelalaian mengenai hal ini, bahkan kami adalah orang yang zalim!”   Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah bahan bakar Jahannam kamu akan mendatanginya.”  (Al-Anbiya [21]:96-99). 
          Ayat 97  Jika dibaca bersama-sama dengan ayat yang mendahuluinya (96) maka maksud ayat ini ialah bahwa hukum alam bekerja demikian rupa, sehingga sekali bila suatu kaum — sesudah mencapai puncak kejayaan dan kemuliaan duniawi — mereka mengalami kebinasaan dan kehancuran mereka tidak mendapatkan kembali kejayaan mereka yang hilang itu (QS.7:35).
     Demikian juga Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) pun dengan kejayaan dan kemuliaan besar dalam kebendaan tidak dapat mengelakkan diri dari hukum alam. Mereka akan jatuh dan tidak akan bangkit kembali untuk selama-lamanya. Demikian juga Ya’juj dan Ma’juj atau bangsa-bangsa Kristen barat di Akhir Zaman ini telah mencapai segala puncak kekuasaan politik dan telah menyebar ke seluruh dunia akan mengalami hal yang sama,  sebagaimana dikemukakan dalam perumpamaan pemilik kebun yang kikir (QS.18:33-45).

Pelepasan Sementara “Iblis” dari Pemenjaraan 1000 Tahun

     Jadi, ungkapan Al-Quran حَتّٰۤی  اِذَا  فُتِحَتۡ یَاۡجُوۡجُ وَ مَاۡجُوۡجُ وَ ہُمۡ  مِّنۡ  کُلِّ  حَدَبٍ  یَّنۡسِلُوۡنَ -- Hingga apabila dibukakan pintu pemenjaraan Ya’juj dan Ma’-juj dan mereka turun dengan cepat dari setiap ketinggian”   berarti, bahwa mereka akan menempati setiap ujung (puncak) yang membawa keuntungan dan mereka akan menguasai seluruh dunia. 
        Menurut ayat 98  bahwa bekuasaan Ya’juj  (Gog) dan Ma’juj (Magog) akan diikuti oleh peristiwa-peristiwa yang membawa bencana di dunia, yang akhirnya akan menyebabkan kejayaan  dan kemenangan Islam yang kedua kali (QS.61:10) dan menjadi sebab kekuatan-kekuatan kepalsuan dan kebendaan yang menjelma dalam wujud Ya’juj dan Ma’juj   -- yang disebut fitnah Dajjal  -- musnah.
     Mengisyaratkan kepada kenyataan itu pulalah nubuatan Bible berikut ini berkenaan dengan pelepasan sementara iblis dari pemenjaraannya selama 1000 tahun:
Iblis dihukum
20:7 Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir,   Iblis akan dilepaskan  dari penjaranya, 20:8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa   pada keempat penjuru bumi,   yaitu Gog dan Magog,   dan mengumpulkan mereka untuk berperang  dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut.   20:9 Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung   perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi   itu. Tetapi dari langit   turunlah api menghanguskan mereka, 20:10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka,  dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang,    yaitu tempat binatang  dan nabi palsu   itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya. (Wahyu 20:7-10). 
       Apabila  sesudah kehancuran Ya’juj-Ma’juj (Gog-Magog) secara mutlak, kemudian  Islam di Akhir Zaman ini akan memperoleh kembali kejayaan dan kemuliaannya seperti sediakala, mereka yang telah berputus-asa mengenai kebangkitan kembali umat Islam, mata kepala mereka sendiri hampir-hampir tidak dapat mempercayainya, firman-Nya:
ہُوَ الَّذِیۡۤ  اَرۡسَلَ  رَسُوۡلَہٗ  بِالۡہُدٰی وَ دِیۡنِ  الۡحَقِّ لِیُظۡہِرَہٗ  عَلَی الدِّیۡنِ کُلِّہٖ وَ لَوۡ  کَرِہَ  الۡمُشۡرِکُوۡنَ ٪﴿﴾
Dia-lah Yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan dengan agama yang benar supaya Dia memenangkannya atas semua agama,  walaupun orang musyrik tidak menyukai. (Ash-Shaf [61]:10).
  Kebanyakan ahli tafsir Al-Quran sepakat bahwa ayat ini kena untuk Al-Masih yang dijanjikan (Masih Mau’ud a.s.), sebab di zaman beliau semua agama muncul dan keunggulan Islam di atas semua agama akan menjadi kepastian.

Kekuatan Militer Bangsa-bangsa Kristen Dari Barat   

      Kembali kepada pembahasan surah Al-Kahf sebelumnya mengenai generasi penerus “para penghuni gua” yang telah meninggalkan “Tauhid Ilahi” (QS.6:117-119), firman-Nya:
وَ تَحۡسَبُہُمۡ اَیۡقَاظًا وَّ ہُمۡ رُقُوۡدٌ ٭ۖ وَّ نُقَلِّبُہُمۡ ذَاتَ الۡیَمِیۡنِ وَ ذَاتَ الشِّمَالِ ٭ۖ وَ کَلۡبُہُمۡ بَاسِطٌ ذِرَاعَیۡہِ  بِالۡوَصِیۡدِ ؕ لَوِ اطَّلَعۡتَ عَلَیۡہِمۡ لَوَلَّیۡتَ مِنۡہُمۡ فِرَارًا  وَّ  لَمُلِئۡتَ مِنۡہُمۡ  رُعۡبًا ﴿﴾  
Dan engkau menyangka mereka itu bangun  padahal mereka itu tidur, dan Kami membolik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, dan anjing mereka sedang menjulurkan kedua kaki-depannya di halaman   gua itu.  Seandainya engkau menyaksikan mereka niscaya engkau akan berbalik dari mereka untuk melarikan diri dan niscaya engkau akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka.  (Al-Kahf [17]:19).
   Kata-kata "Kami akan membolik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri" nampaknya menunjuk kepada berkeliarannya mereka di muka bumi sekitar abad 17 Masehi  dan tersebarnya  mereka ke semua jurusan untuk mencari pasaran baru dan untuk mencapai kemenangan-kemenangan  (penaklukan-penaklukan)  yang baru pula.
        Kata-kata:  “Dan anjing mereka sedang menjulurkan kedua kaki-depannya di halaman  gua itu“ itu di samping menunjuk kepada kesayangan yang mendalam bangsa-bangsa Kristen di barat kepada anjing, dapat pula dianggap menunjuk kepada kerajaan Byzantine yang ketika itu mengadakan penjagaan terhadap Eropa pada kedua pantai Laut Marmora, yang kelihatan seperti seekor anjing yang mengadakan penjagaan, dengan membentangkan kaki-depannya ke kedua sisinya.
   Kata-kata  itu pun menunjuk kepada masa  ketika bangsa-bangsa Kristen dari barat akan memperoleh kekuasaan politik yang besar. Al-Quran menubuatkan hakikat ini ratusan tahun sebelumnya, ketika bangsa-bangsa Kristen masih terbenam dalam tidur lelap ratusan tahun, sehingga daya cipta yang betapa pun kaya dan luasnya tidak dapat meramalkan kekuasaan dan kemuliaan yang akan dicapai oleh bangsa­-bangsa itu  sesudahnya.
  Makna ayat  "Seandainya engkau menyaksikan mereka niscaya engkau akan berbalik dari mereka untuk melarikan diri dan niscaya engkau akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka,” ayat ini berisikan gambaran khas mengenai kekuasaan bangsa-bangsa barat di atas negeri-negeri sebelah timur dan selatan, cara hidup mereka yang khusus, rasa takut, dan keseganan yang bangsa ini timbulkan di tengah­-tengah rakyat-rakyat yang mendiami daerah-daerah tersebut, terutama  kekuatan militer yang mereka miliki dengan segala kecanggihan persenjataan yang mereka ciptakan, sebagaimana dikemukakan dalam Al-Quran mengenai  bangsa-bangsa kafir yang dijadikan Allah Swt. sebagai sarana untuk mengazab Bani Israil dan Bani Isma’il, firman-Nya:
وَ قَضَیۡنَاۤ  اِلٰی بَنِیۡۤ  اِسۡرَآءِیۡلَ فِی الۡکِتٰبِ لَتُفۡسِدُنَّ فِی الۡاَرۡضِ مَرَّتَیۡنِ  وَ لَتَعۡلُنَّ  عُلُوًّا کَبِیۡرًا ﴿﴾  فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ اُوۡلٰىہُمَا بَعَثۡنَا عَلَیۡکُمۡ  عِبَادًا  لَّنَاۤ   اُولِیۡ  بَاۡسٍ  شَدِیۡدٍ فَجَاسُوۡا خِلٰلَ الدِّیَارِ ؕ وَ کَانَ وَعۡدًا  مَّفۡعُوۡلًا ﴿﴾  
Dan telah Kami tetapkan dengan jelas kepada Bani Israil dalam kitab itu: “Niscaya  kamu akan melakukan kerusakan di muka bumi ini dua kali, dan niscaya kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang sangat besar.”   Apabila datang saat sempurnanya janji yang pertama  dari kedua janji itu,  Kami membangkitkan untuk menghadapi kamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan tempur yang dahsyat, dan mereka menerobos jauh ke dalam rumah-rumah, dan itu merupakan suatu janji yang pasti terlaksana.    (Bani Israil [17]:5-6).

Dua Kali Terlepasnya “Palestina” dari Umat Islam & Infiltrasi Barat  Melalui “Perniagaan” yang Berujung Penjajahan

   Ayat selanjutnya mengisyaratkan kepada gerakan-gerakan  infiltrasi  yang mereka lakukan  yang  diawali dengan  “berkedok misi dagang”, firman-Nya:
وَ کَذٰلِکَ بَعَثۡنٰہُمۡ  لِیَتَسَآءَلُوۡا  بَیۡنَہُمۡ ؕ قَالَ قَآئِلٌ مِّنۡہُمۡ کَمۡ لَبِثۡتُمۡ ؕ قَالُوۡا لَبِثۡنَا یَوۡمًا اَوۡ بَعۡضَ یَوۡمٍ ؕ قَالُوۡا رَبُّکُمۡ  اَعۡلَمُ بِمَا لَبِثۡتُمۡ ؕ فَابۡعَثُوۡۤا اَحَدَکُمۡ بِوَرِقِکُمۡ ہٰذِہٖۤ  اِلَی الۡمَدِیۡنَۃِ فَلۡیَنۡظُرۡ  اَیُّہَاۤ   اَزۡکٰی  طَعَامًا فَلۡیَاۡتِکُمۡ بِرِزۡقٍ مِّنۡہُ  وَ لۡـیَؔ‍‍‍تَلَطَّفۡ وَ لَا  یُشۡعِرَنَّ  بِکُمۡ  اَحَدًا ﴿﴾
Dan demikianlah Kami membangkitkan mereka supaya mereka saling bertanya di antara mereka. Salah seorang dari mereka berkata: “Sudah berapa lamakah kamu tinggal?" Mereka menjawab:  "Kami telah tinggal sehari atau sebagian dari hari." Yang lain ber­kata: "Hanya Rabb (Tuhan) kamu yang lebih mengetahui lamanya kamu tinggal. Maka suruhlah sekarang salah seorang dari antara kamu dengan mata uangmu ini ke kota dan hendaklah ia memperhatikan  siapa dari antara penghuni kota mempunyai bahan makanan terbaik dan hendaklah ia membawa kepada kamu rezeki  darinya. Dan hendaklah ia bersikap lemah-lembut, dan ia jangan memberitahukan  tentang kamu kepada siapa pun. (Al-Kahf [17]:20).
   Ayat ini nampaknya menunjuk kepada bangsa-bangsa Kristen dari barat, sesudah mereka menyebar ke seluruh dunia (QS.21:97). Kata-kata “Kami membangkitkan mereka”, mengisyaratkan kepada kemajuan besar yang bangsa-bangsa itu telah ditakdirkan mencapainya di masa yang akan datang.
   Kata-kata, “Salah seorang dari mereka berkata: Sudah berapa lamakah kamu telah tinggal?" mengandung arti, bahwa bangsa-bangsa Kristen bangkit dan menyingkirkan jauh-jauh kemalasan mereka. Kebangkitan kesadaran ini telah terjadi di masa peperangan salib, ketika raja-raja Inggris, Perancis, dan Jerman bersatu padu memperjuangkan  tujuan bersama, dan seluruh Eropa bergabung mengadakan serangan bersama terhadap umat Islam, untuk merebut tanah suci (Palestina) dari kekuasaan umat Islam.
 Akibatnya wilayah  Palestina  (negeri yang dijanjikan) tersebut sempat terlepas dari kekuasaan umat Islam selama 92 tahun, dan terlepasnya “Palestina” di Akhir Zaman  ini ke tangan bangsa Israel (kaum Yahudi) ini merupakan peristiwa yang kedua kali dan merupakan pengingatan bagi umat Islam, firman-Nya: 
"Dan  sungguh Kami benar-benar telah menuliskan dalam  Kitab Zabur sesudah pemberi peringatan itu, bahwa bumi itu  akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang shalih. (Al-Anbiya [21]:106).
    Yang dimaksud dengan “bumi itu” adalah Palestina. Para pujangga Kristen menafsirkan juga kata-kata “bumi itu akan diwarisi” atau “tanah itu akan diwarisi” dalam Mazmur dalam artian mewarisi Kanaan menurut “janji dalam perjanjian Tuhan". Isyarat dalam kata-kata “dalam kitab Daud” ditujukan kepada Mazmur 37:9, 11, 22, dan 29.
       Terdapat pula suatu nubuatan dalam Kitab Ulangan (28:11 dan 34:4) bahwa negeri Palestina akan diberikan kepada Bani Israil. Palestina tetap di tangan umat Kristen hingga orang Islam menaklukkannya di masa khilafat Sayyidina Umar bin Khaththab  r.a., Khalifah ke-II Rasulullah saw.
      Nubuatan yang terkandung dalam ayat ini, rupanya menunjuk kepada penaklukan Palestina tersebut oleh lasykar Islam. Palestina tetap berada di bawah kekuasaan umat Islam selama kira-kira 1350 tahun - kecuali satu masa pendek yang lamanya 92 tahun, ketika di zaman peperangan salib kekuasaan atas Palestina telah berpindah-tangan — hingga dalam masa kita ini sebagai akibat rencana-rencana buruk dari beberapa kekuasaan barat yang disebut demokrasi, negeri bernama Palestina itu sama sekali tidak berwujud dan di atas puing-puingnya didirikan kerajaan Israil.
       Orang-orang Yahudi kembali ke Palestina setelah mengembara selama hampir 2000 tahun di berbagai wilayah dunia. Tetapi peristiwa sejarah yang besar ini telah terjadi sebagai pemenuhan suatu nubuatan Al-Quran (QS.17:105). Tetapi terlepasnya Palestina yang kedua kali ini   hanya merupakan satu babak sementara saja, karena orang-orang Islam – yakni hamba-hamba Allah yang hakiki (QS.21:107) --  telah ditakdirkan akan menguasainya kembali.
       Cepat atau lambat — malahan lebih cepat daripada lambat - Palestina akan kembali menjadi milik Islam. Hal ini merupakan keputusan Allah Swt. dan tidak ada seorang pun dapat mengubah keputusan Tuhan, firman-Nya:
ہُوَ الَّذِیۡۤ  اَرۡسَلَ  رَسُوۡلَہٗ  بِالۡہُدٰی وَ دِیۡنِ  الۡحَقِّ لِیُظۡہِرَہٗ  عَلَی الدِّیۡنِ کُلِّہٖ وَ لَوۡ  کَرِہَ  الۡمُشۡرِکُوۡنَ ٪﴿﴾
Dia-lah Yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan dengan agama yang benar supaya Dia meme-nangkannya atas semua agama,  walaupun orang musyrik tidak menyukai. (Ash-Shaf [61]:10). 

Berlaku Lemah-lembut” Dalam Perniagaan Langkah Awal Kesuksesan Bangsa-bangsa Kristen  Dalam Melakukan “Penjajahan

  Menurut muhawarah bahasa Arab  “sehari  atau sebagian hari” menunjuk kepada masa yang tidak tentu. Di tempat lain (QS.20:103-104) Al-Quran telah menetapkan seribu tahun, yang selama itu bangsa-­bangsa Kristen dari barat itu tetap tinggal   dalam kedaan tidur atau tanpa kegiatan.
   Kata ''sepuluh hari" dalam QS.20:103-104 dipergunakan untuk menyatakan sepuluh abad (1000 tahun), dan kata-kata "bermata biru" dalam ayat-ayat tersebut menunjuk kepada bangsa-bangsa barat yang pada umumnya bermata biru. Ini merupakan kenyataan sejarah yang cukup dikenal, bahwa dasar-dasar kekuasaan Inggris di Timur diletakkan pada permulaan abad ketujuh belas ("March of Man"). Masa ini mendekati seribu tahun sesudah Nabi Besar Muhammad saw..
 Jadi,  Ketika "penghuni-penghuni gua" melihat, bahwa gelombang penindasan terhadap mereka telah mereda, mereka mengutus salah seorang anggota mereka ke kota yang dibekali dengan beberapa mata uang lama untuk membeli perbekalan hidup dan untuk menyelidiki bagaimana situasi, yang menyangkut diri mereka.
Tha'ām (makanan) dalam ayat: “Maka suruhlah sekarang salah seorang dari antara kamu dengan mata uangmu ini ke kota dan hendaklah ia memperhatikan  siapa dari antara penghuni kota mempunyai bahan makanan terbaik dan hendaklah ia membawa kepada kamu rezeki  darinya“   dapat berarti, bahan-bahan makanan seperti gandum, jelai, jawawut, kurma dan lain sebagainya (Lexicon Lane). Ini menunjuk kepada ekspedisi­-ekspedisi perdagangan bangsa-bangsa barat – salah satunya adalah VOC dari kerajaan    Belanda  --  ke seluruh bagian dunia.
 Makna ayat:   “Dan hendaklah ia bersikap lemah-lembut, dan ia jangan memberitahukan  tentang kamu kepada siapa pun.“  Para ahli niaga Eropa mempunyai keterampilan khas untuk berlaku lemah-lembut dan sopan-santun dalam urusan perdagangan mereka. Nampaknya ungkapan, تَلَطَّفۡ  وَ لۡـیَؔ‍‍‍   --"hendaklah ia bersikap lemah-lembut" menunjuk kepada sifat khusus ini. Kata-kata itu berarti pula, "hendaknya ia berlaku hati-hati."
  Kata-kata: "dan jangan sama sekali ia memberitahukan tentang kamu kepada siapa pun”  mengisyaratkan kepada penyusupan pengaruh barat ke timur dengan diam-diam dan tidak menyolok mata.  Selanjutnya Allah Swt. berfirman mengenai  mereka:
اِنَّہُمۡ اِنۡ یَّظۡہَرُوۡا عَلَیۡکُمۡ یَرۡجُمُوۡکُمۡ اَوۡ یُعِیۡدُوۡکُمۡ فِیۡ مِلَّتِہِمۡ وَ لَنۡ تُفۡلِحُوۡۤا اِذًا  اَبَدًا ﴿﴾
"Sesungguhnya jika mereka  unggul atas kamu  mereka akan mengusir kamu atau akan memaksa kamu kembali ke dalam agama mereka, dan  kamu tidak akan pernah berhasil selama-lamanya.  (Al-Kahf [17]:21).
  Kata-kata dalam ayat ini berarti "Jika orang-orang yang kepadanya kamu mengirim rombongan dagang dapat mengetahui niat-niat kamu yang sebenarnya, atau sebelum kakimu ditegakkan dengan kuat di negeri mereka, suatu persengketaan politik atau perselisihan dagang timbul, dan kamu sendiri tidak kuat menghadapinya, kemudian kamu akan terpaksa meninggalkan negeri mereka atau memeluk agama mereka. Jika terjadi salah satu di antara keduanya, kamu akan gagal memperoleh tempat berpijak yang kekal, dan semua impianmu untuk menegakkan kerajaan yang besar di negeri mereka akan lenyap sirna."

Berbagai Jumlah  Rombongan  Para “Penghuni Gua

   Selanjutnya Allah Swt lebih  berfirman mengenai bangkit dan menyebarnya bangsa-bangsa Kristen dari Eropa –  yakni  Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog   -- QS.21:97; Wahyu 20:1-10)  -- firman-Nya:
وَ کَذٰلِکَ اَعۡثَرۡنَا عَلَیۡہِمۡ لِیَعۡلَمُوۡۤا اَنَّ وَعۡدَ اللّٰہِ حَقٌّ وَّ اَنَّ السَّاعَۃَ  لَا رَیۡبَ فِیۡہَا ۚ٭ اِذۡ یَتَنَازَعُوۡنَ بَیۡنَہُمۡ اَمۡرَہُمۡ فَقَالُوا ابۡنُوۡا عَلَیۡہِمۡ بُنۡیَانًا ؕ رَبُّہُمۡ اَعۡلَمُ بِہِمۡ ؕ قَالَ الَّذِیۡنَ غَلَبُوۡا عَلٰۤی اَمۡرِہِمۡ  لَنَتَّخِذَنَّ  عَلَیۡہِمۡ  مَّسۡجِدًا ﴿﴾
Dan demikianlah Kami memberitahukan tentang mereka supaya mereka mengetahui sesungguhnya janji Allah itu benar, dan bahwa  saat itu tidak ada keraguan di dalamnya,  ketika mereka bertengkar di antara mereka mengenai urusan mereka, dan mereka berkata satu sama lain: "Dirikanlah di atas mereka itu suatu bangunan." Rabb (Tuhan) mereka lebih me-ngetahui tentang mereka.  Orang-orang yang unggul atas perkara mereka berkata: "Kami pasti akan membangun di atas tempat tinggal mereka rumah peribadatan." (Al-Kahf [17]:22).
     Kata-kata, "Kami pasti akan membangun di atas tempat tinggal  mereka rumah peribadatan" menyebut salah satu ciri istimewa "penghuni­-penghuni gua" itu, yaitu para pelanjut mereka  -- yaitu bangsa-bangsa Kristen  -- akan membangun gereja-gereja untuk memperingati orang-orang kudus mereka yang telah mati. Perlu pula diperhatikan, bahwa banyak gereja semacam itu telah ditemukan di katakomba-katakomba.
  Kemudian mengenai dugaan-dugaan jumlah mereka Allah Swt.   menjelaskan, firman-Nya:
سَیَقُوۡلُوۡنَ ثَلٰثَۃٌ رَّابِعُہُمۡ کَلۡبُہُمۡ ۚ وَ یَقُوۡلُوۡنَ خَمۡسَۃٌ سَادِسُہُمۡ کَلۡبُہُمۡ رَجۡمًۢا بِالۡغَیۡبِ ۚ وَ یَقُوۡلُوۡنَ سَبۡعَۃٌ وَّ ثَامِنُہُمۡ کَلۡبُہُمۡ ؕ قُلۡ رَّبِّیۡۤ  اَعۡلَمُ بِعِدَّتِہِمۡ مَّا یَعۡلَمُہُمۡ  اِلَّا  قَلِیۡلٌ ۬۟ فَلَا تُمَارِ فِیۡہِمۡ  اِلَّا مِرَآءً  ظَاہِرًا ۪ وَّ لَا تَسۡتَفۡتِ  فِیۡہِمۡ  مِّنۡہُمۡ   اَحَدًا ﴿٪﴾
Mereka pasti berkata: "Mereka itu tiga, yang keempatnya adalah anjingnya," dan yang lain berkata: "Mereka itu lima, yang keenam anjingnya.” Mereka menerka secara gaib, dan   yang lainnya lagi berkata: "Me-reka itu tujuh, yang kedelapan anjingnya.”  Katakanlah: "Rabb-ku (Tuhan-ku) lebih mengetahui bilangan mereka.” Sama sekali tidak ada orang yang mengetahui mereka kecuali sedikit,”  karena itu janganlah engkau bertengkar mengenai mereka kecuali dengan dalil yang tidak dapat dibantah, dan jangan pula engkau mencari keterangan ten-tang mereka dari salah seorang di antara mereka. (Al-Kahf [17]:23). 
   Terkaan-terkaan ini nampaknya berdasar pada prasasti-prasasti yang tertera pada  dinding-dinding beberapa kamar di katakomba-katakomba, tetapi tiap tulisan itu menunjuk hanya kepada suatu keluarga, golongan, atau rombongan yang tertentu. Jumlah banyaknya orang-orang yang mencari perlindungan dalam katakomba-katakomba itu pada suatu waktu tertentu tidak diketahui. Dari prasasti-prasasti itu nampak bahwa selamanya ada anjing menyertai suatu rombongan pengungsi itu.

Genapnya Nubuatan Dalam Dua Hadits Qudsi

        Demikianlah penjelasan berbagai hikmah  berkenaan dua hadits qudsi  berupa doa Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. dan doa Nabi Besar Muhammad saw. sehubungan dengan umatnya masing-masing: 
         Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash r.a. bahwa Nabi saw. membaca firman Allah tentang Ibrahim a.s.:
رَبِّ اِنَّہُنَّ اَضۡلَلۡنَ  کَثِیۡرًا مِّنَ النَّاسِ ۚ فَمَنۡ تَبِعَنِیۡ فَاِنَّہٗ  مِنِّیۡ ۚ وَ مَنۡ عَصَانِیۡ فَاِنَّکَ غَفُوۡرٌ  رَّحِیۡمٌ
“Wahai Rabb-ku sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia, lalu barangsiapa mengikutiku maka sesungguhnya ia termasuk golonganku, dan barangsiapa mendurhakaiku maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang (Ibrahim [14]:37).
Dan ‘Isa a.s. berkata:
اِنۡ تُعَذِّبۡہُمۡ فَاِنَّہُمۡ عِبَادُکَ ۚ وَ اِنۡ تَغۡفِرۡ لَہُمۡ فَاِنَّکَ اَنۡتَ الۡعَزِیۡزُ الۡحَکِیۡمُ ﴿﴾
Kalau Engkau mengazab mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan kalau Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau benar-benar Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” (Al-Māidah [5]:118).
    Kemudian beliau saw. mengangkat kedua tangan seraya bersabda: “Wahai umatku…..umatku” dan beliau saw. menangis. Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman; “Wahai Jibril, pergilah kepada Muhammad – sedangkan Tuhan kamu lebih mengetahui  -- tanyalah kepadanya, “Apakah yang menyebabkan engkau menangis?” Jibril  a.s. datang kepada beliau lalu bertanya kepada beliau, maka utusan Allah  itu memberitahukan kepada-Nya  mengenai apa yang disabdakan beliau   -- padahal Allah lebih mengetahui – lalu Allah Ta’ala berfirman kepada Jibril: “Pergillah kepada Muhammad dan katakan, “Sesungguhnya  Kami akan ridha terhadap umat engkau dan Kami tidak berbuat buruk kepada engkau” (Muslim). 
Kemudian:
    Tsauban r.a., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah memperlihatkan bumi kepadaku lalu aku melihat timur dan baratnya, dan sungguh kerajaan umatku akan sampai kepada bumi yang ditampakkan kepadaku. Aku diberi dua pembendaharaan yaitu merah dan putih. Sungguh aku mohon kepada Tuhan-ku bagi umatku agar tidak dihancurkan dengan tahun yang umum dan tidak dikuasai oleh musuh selain dari mereka sendiri, lalu ia memusnahkan golongan mereka. Sesungguhnya Tuhan-ku berfirman, “Wahai Muhammad, sesungguhnya apabila Aku menetapkan suatu ketetapan maka ketetapan itu  tidaklah tertolak. Dan sesungguhnya Aku memberi engkau mengenai umat engkau tidak Aku hancurkan dengan tahun yang umum, dan Aku tidak menguasakan musuh atas mereka selain dari mereka sendiri yang memusnahkan golongan mereka, walau pun berkumpul atas mereka dari seluruh penjuru   -- atau Dia berfirman: “dari seluruh penjuru bumi – sehingga sebagian mereka menghancurkan sebagian yang lain, dan sebagian mereka menawan terhadap sebagian yang lain.” (Muslim).
       
(Bersambung)
ooo
Rujukan: The Holy Quran
Editor    : Malik Ghulam Farid

Pajajaran Anyar,   26 Juli 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar